Dua Anggota National Guard Kritis Ditembak di Dekat White House

Guncang Ibu Kota: Dua Anggota National Guard Kritis Ditembak di Dekat White House

Ibu kota Amerika Serikat, Washington DC, diguncang oleh sebuah insiden penembakan. Seorang penyerang menargetkan dua anggota National Guard asal Virginia Barat. Insiden ini terjadi tidak jauh dari White House. Karena kejadian ini, mengakibatkan 2 korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan saat ini mengalami kondisi kritis. Kejadian ini memicu kekhawatiran besar akan Keamanan Nasional.

Pihak berwenang telah menangkap seorang tersangka. Mereka menggolongkan insiden ini sebagai serangan “tertarget”. Donald Trump langsung merespons dengan keras. Ia bahkan menyebut insiden ini sebagai ancaman Keamanan Nasional terbesar. Serangan ini menambah ketegangan di tengah pengerahan pasukan National Guard yang kontroversial di ibu kota.

Kronologi Insiden dan Identitas Tersangka

Penembakan tersebut terjadi pada hari Rabu. Lokasinya berada di dekat stasiun metro Farragut West. Kepala polisi eksekutif, Jeffery Carroll, memberikan keterangan. Ia mengatakan tersangka “muncul dari belokan” dan “langsung menembakkan senjata api” ke arah pasukan. Aksi penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba.

Selama interaksi, tersangka juga mengalami luka tembak. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit. Belum jelas siapa yang menembak tersangka. Pihak berwenang kemudian mengidentifikasi pelaku. Tersangka adalah Rahmanullah Lakanwal, seorang warga negara Afghanistan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengonfirmasi identitasnya. Lakanwal memasuki Amerika Serikat pada September 2021. Ia masuk melalui kebijakan era Biden yang disebut Operation Allies Welcome. Program ini memungkinkan warga Afghanistan masuk setelah penarikan pasukan AS. FBI akan memimpin investigasi karena ini adalah masalah Keamanan Nasional.

Tabel Ringkasan Insiden Penembakan Washington

Parameter
Detail
Keterangan
Lokasi KejadianDekat Stasiun Metro Farragut West, Washington DCTidak jauh dari White House
KorbanDua anggota National Guard dari Virginia BaratKondisi kritis di rumah sakit
TersangkaRahmanullah LakanwalWarga negara Afghanistan, sudah ditangkap
Klasifikasi ResmiSerangan “tertarget” dan “penyerangan terhadap petugas federal”Ditangani oleh FBI dan lembaga Keamanan Nasional lainnya

Reaksi Politik dan Ancaman Keamanan Nasional

Insiden ini menimbulkan reaksi politik yang kuat. Presiden Donald Trump memposting video di akun X resmi White House. Ia mengonfirmasi bahwa tersangka adalah “orang asing yang masuk dari Afghanistan”. Trump menyebut Afghanistan sebagai “neraka di bumi”. Ia bahkan menyebut tersangka sebagai “hewan”.

Trump selanjutnya mengaitkan insiden ini dengan kebijakan imigrasi. “Serangan ini menggarisbawahi ancaman Keamanan Nasional terbesar yang dihadapi negara kita,” katanya. Ia menyerukan investigasi menyeluruh. Investigasi harus menelusuri semua warga Afghanistan yang masuk melalui program tersebut.

Sebagai respons, Trump memerintahkan penambahan 500 pasukan National Guard ke Washington. Langkah ini bertujuan meningkatkan keamanan. Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel menyatakan insiden ini akan ditangani serius. Ia menekankan kerja sama antar lembaga penegak hukum. Patel menyebut ini sebagai “urusan Keamanan Nasional“.

Kondisi Korban dan Duka Nasional

Fokus utama saat ini adalah kondisi dua anggota National Guard yang menjadi korban. Mereka masih berjuang untuk hidupnya di rumah sakit. Gubernur Virginia Barat, Patrick Morrisey, awalnya menyatakan kedua prajurit tewas. Namun, ia segera memperbaiki pernyataannya. Morrisey mengaku masih membutuhkan informasi lebih lanjut.

Ia kemudian mengaku telah berbicara dengan Donald Trump. Mereka berjanji “bekerja untuk memastikan keadilan ditegakkan”. Wakil Presiden, JD Vance, juga angkat bicara. Ia meminta “semua orang yang beriman untuk berdoa” bagi kedua prajurit tersebut. Vance berharap mereka bisa pulang untuk merayakan Thanksgiving bersama keluarga.

Bekas presiden Barack Obama juga mengutuk kekerasan tersebut. “Kekerasan tidak punya tempat di Amerika,” tulisnya di media sosial. Obama dan istrinya, Michelle, mendoakan para prajurit dan keluarga mereka. Ini menunjukkan keprihatinan bipartisan atas tragedi ini.

Konteks Pengerahan Pasukan di Washington

Insiden ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Pasukan National Guard telah ditempatkan di Washington sejak Agustus. Saat itu, administrasi Trump menyatakan “darurat kejahatan” di kota tersebut. Mereka memesan pasukan untuk mendukung penegak hukum federal dan lokal.

Saat ini, sekitar 2.375 pasukan National Guard aktif di Washington. Kontingen Virginia Barat adalah yang terbesar kedua, dengan 416 prajurit. Mereka berada di bawah National Guard DC sendiri, yang memiliki 949 prajurit.

Pengerahan pasukan ini menuai kontroversi. Sebuah pengadilan tingkat rendah memerintahkan administrasi Trump untuk menghentikan pengerahan. Alasannya adalah pelanggaran terhadap Home Rule Act. Trump telah mengajukan mosi darurat ke pengadilan banding. Jika ditolak, pasukan harus meninggalkan Washington pada 11 Desember. Penembakan ini pasti akan memperkuat argumen Trump untuk mempertahankan kehadiran pasukan.